09 Juni 2013

Kenangan Di Pesantren Darussalam Saran Kabun

Sebuah judul yang membuat ane kembali teringat masa-masa itu, ya, kini tinggal sebagai Kenangan Di Pesantren Darussalam Saran Kabun , Sebuah pesantren yang sederhana namun menyimpan kenangan luar biasa. Saran Kabun itu alamatnya, di sebuah jalan lurus dipadu dengan kelokan, mengartikan kepada ane, hidup itu tak sekedar lurus, namun di saat ada belokan kita harus berhati-hati terhadapnya. Ane masuk di Pesantren saran kabun sekitar 7 tahun silam, tepatnya di tahun 2006, disaat ku belum mengenal betul apa itu internet, bahkan sekilas tentang google dan sekilas tentang yahoo pun ane tak tau. hidup disana memang amat sederhana, menjadi kaum yang bersarung, ah justru itu menjadi sesuatu yang luar biasa. Dikala teman sebaya, pergi sekolah dengan dengan kereta gaulnya, ane hanya jalan kaki ditambah dengan busana apa adanya. Namun itu tak membuatku minder, karena Di pesantern Darussalam mengajarkanku untuk hidup sederhana, sesederhana nanti di akhirat sana.
Pesantren Darussalam Saran Kabun, terkenal dengan budayanya yaitu ngaji kitab kuning. Pagi, siang dan malam, kami ditempa untuk selalu giat belajar tentang agama, ya agama merupakan pondasi nomor satu dalam kehidupan. Meski itu telah lewat, namun kenangan masa di darussalam takkan terlupakan. Bagaiman bisa terlupakan, besar di darussalam, belajar di darussalam, tidur, makan, selama 6 tahun di darussalam. Ya, darussalam ane merindumu, malam ini ane tuliskan sedikit kenangan di pesantren darussalam saran kabun di blog ridwan karim yang biasa ini karena terlalu ane kangen masa-masa itu. Meski pada akhirnya, tahun 2012 silam ane keluar dengan kenangan yang lumayan pahit, maafkan teman-teman, maafkan Abuya dan maafkan ane Ustad, Umi dan semua yang telah menjadi kenangan di pesantren Darussalam Saran Kabun.
Kenangan Di Pesantren Darussalam Saran Kabun
Teringat kembali, 7 tahun silam, saat bocah ingusan (ane Maksudnya,, hhe) menangis karena hendak di tinggal orang tuanya, dititipkan di Pesantren Darussalam, Bocah cilik itu menangis tersedu sedu, karena tak mau berpisah dengan orang tuanya, apalagi saat itu yang dia tahu di pesantren itu harus hidup susah, Hari demi hari, bocah tersebutpun tumbuh besar, meski semakin kurus karena jadwal yang begitu padat, dan alhamdulillah, 6 tahun disana ia telah berhasil menamatkan berbagai kitab kuning yang dikajinya siang dan malam di pesantren saran kabun. Namun sebuah cobaan terjadi, di tahun 2012, muncul problematika keluarga, antara keinginan dan harapan orang tuanya untuk tidak lagi melanjutkan sekolah bocah tersebut di pesantren darussalam saran kabun, saat itu bocah tersebut sudah tamat MA 6 tahun, namun Belum tamat pondok yang seharusnya nambah setahun, jadi 7 tahun. Disinilah kenangan ahir yang cukup pahit itu terasa. Ane harus mengikuti kemauan orang tua dan sebagian kemauan ane untuk melanjutkan kuliah, ane tak bisa kembali sekolah seperti biasa lagi untuk menamatkan Ijazah Pesantren Darussalam itu, yang pada tahun 2013-juni-15 ini teman-teman ane yang sebaya dulu akan di wisuda, sedih memang, namun ini semua ada hikmahnya. Hikmah besar yang dapat ku ambil dari Kenangan Di Pesantren Darussalam Saran Kabun itu.
Ohya, ngomong Pesantren Darussalam Saran Kabun, Pesantren tersebut berada di desa kabun Kec. Kabun , Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Saat Ini di pimpim oleh Abuya H. Alaiddin Atthory Lc dengan wakil pimpinannya adiknya sendiri yaitu Ustadz H. Fahkrul Razy Lc. Ma . Disini juga ane ingin sedkit memberikan informasi, hehe, daripada masuk sekolah Umum mendingan masuk ke pesantren aja deh, soalnya kehidupan di pesantren itu Indah Abiss. Gak percaya? cobain aja. hehe, Udah duluya, kayanya udah panjang ane ngoceh, pegel juga tangan ngetik, besok juga mau ujian, doain yah, supaya ujian ane bisa berjalan dengan lancar. Aamiin. 
Demikian postingan Kenangan Di Pesantren Darussalam Saran Kabun kali ini, semoga bermanfaat dan layak untuk di baca. terimakassih udah mau mampir di blog sederhana ane ini, dan wassalam.
Disqus Comments